Berkreasi, Berkarya, dan Berbagi Informasi semoga bermanfaat bagi pembaca
Kamis, 02 Juli 2015
Jumat, 19 Juni 2015
Senin, 15 Juni 2015
KIMIA & PENGETAHUAN INDUSTRI : Eksistensi Manusia
Eksistensi
Manusia
Definisi Eksistesialisme
Eksistensialisme adalah
aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas
kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana
yang tidak benar, sehingga benar atau salah-nya suatu tindakan manusia bersifat
relatif.
Jadi eksistensialisme merupakan keberadaan
manusia yang hadir lewat kebebasan manusia itu sendiri.
Manusia
pada dasarnya ingin diakui keberadaannya melalui peranan terhadap lingkungan
dan tempat tinggalnya. Peradaban manusia kini membuktikan keberadaanya dengan
kemajuan yang sudah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam
kemajuan teknologi melalui pemikirannya yang dapat berkembang dengan pesat disbanding
dengan makhluk hidup lainnya.
Eksistensi manusia menurut seorang ahli filsafat
atau filsuf bernama Karl Jaspers memaknai eksistensi sebagai pemikiran manusia
yang memanfaatkan dan mengatasi seluruh pengetahuan objektif. Berdasarkan
pemikiran tersebut, manusia dapat menjadi dirinya sendiri dan menunjukkan bahwa
dirinya adalah makhluk eksistensi. Selain itu, Jaspers juga menjelaskan tentang
penerangan eksistensi yang dikemukakannya,
yaitu:
- Eksistensi selalu memiliki hubungan dengan transedensi.
- Eksistensi merupakan filsafat yang menghayati dan menghidupi kebenaran.
- Eksistensi seorang manusia dapat dibuktikan oleh cara berpikir dan tindakannya.
Karl Jaspers menerangkan hal-hal tersebut dengan tujuan
supaya semua orang paham dan sadar bahwa setiap orang memiliki keunikan yang
berbeda satu dengan yang lain. Sebab, eksistensi merupakan sesuatu yang
sifatnya individual sehingga bisa ditentukan oleh masing-masing individu. Dan
menurut Jaspers, semua orang memiliki cara keberadaan yang khas dan unik,
itulah yang dinamakan sebagai eksistensi seorang individu. Sehingga setiap
orang yang dapat menentukan jati diri atas keberadaannya dan mampu berdiri
diantara eksistensi orang lain maka mereka akan mendapatkan eksistensi yang
sejati.
Manusia untuk dapat eksis dalam lingkungan sangat
membutuhkan :
1. Sandang
2. Papan
3. Pangan
Peranan manusia sebagai eksistensi
terhadap lingkungan
Manusia mempunyai peranan dalam
pembentukan dan perusakan ekosistem. Peranan manusia dalam pembentukan
ekosistem adalah pembentukan ekosistem buatan seperti danau, waduk,persawahan
dan bendungan. Sedangkan peranan manusia dalam perusakan lingkungan, misalnya
pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah masuknya bahan organik atau
anorganik kedalam lingkungan yang dapat mengganggu atau membahayakan organisme
dilingkungan tersebut. Pencemaran lingkungan dapat dibagi menjadi empat, yaitu
pencemaran tanah, air, udara dan suara.
Peran
manusia mengatasi pencemaran air dapat dilakukan antara lain:
- Mengelolah limbah cair industri dan rumah tangga dengan cara tretment sebelum dibuang ke perairan
- Membuat sumber resapan yang mengalir pada penampungan buatan seperti waduk.
- Memilah zenis zat pesida dengan penanganan khusus pendaur ulangan dengan penampungan yang tidak mencemari sumbner air bersih
Peran manusia mengatasi pencemaran
tanah:
- Melakukan 3R yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
- Mengolah sampah organik dengan pembuatan pupuk kompos
- Memilah dan mendaur ulang sampah anorganik
Peran manusaia mengatasi pencemaran udara antara lain:
- Memfilter kandungan zat asam dari polusi akibat pelapsan zat asam pada industri
- Mengurangi penggunaan penggunaan CFC sehingga dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.
- Menggunakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pada motor kendaraan maupun industri.
Manusia sebagai mahluk yang berperan dalam
kesetimbangan lingkungan, dapat juga berpengaruh negative terhadap lingkungan
karena keberadaan eksistensinya yang tidak dapat dipertanggung jawabkan ;
-
Eksploitasi yang melampaui batas
sehingga persediaan Sumber Daya Alam makin menciut (depletion);
-
Punah atau merosotnya jumlah
keanekaan jenis biota;
-
Berubahnya ekosistem alami yang
mantap dan seimbang menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus
menerus memerlukan subsidi energi;
-
Berubahnya profil permukaan bumi
yang dapat mengganggu kestabilan tanah hingga menimbulkan longsor;
-
Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang
menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. hal ini berakibat menurunnya
kualitas lingkungan hidup.
Dengan keberadaan manusia sebagai kemajuan teknologi pada industri,
maka pemerintah memberlakukan AMDAL pada tiap pendirian industri sebagai langkah
antisifasi penanganan kerusakan lingkungan yang terbentuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
Secara umum, keguanaan AMDAL sebagai
berikut :
1. Bahan bagi
perencanaan pembangunan wilayah
2. Membantu proses
pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/ atau kegiatan.
3. Memberi masukan
untuk penyusun desain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
4. Memberi masukan
untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
5. Memberi
informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana
usaha dan/atau kegiatan.
sumber wikipedia
KIMIA & PENGETAHUAN INDUSTRI : Benzena dan Turunannya
Kimia Jilid 3B SMA XII
Drs. Michael Purba, M.Si.
Erlangga
Jl. H. Baping Raya No. 100 Ciracas, Jakarta
Disusun oleh
Amar Fadillah
Fakultas Teknik Industri
Universitas Mercu Buana
Jakarta
Dosen pengampu : Puspita Dewi Widayat, ST, MT
RANGKUMAN JURNAL KIMIA
Sumber :
Purba, M. ed ; Supriyana. Jakarta, Erlangga : Kimia SMA XII hal :Bab V 77-90.
Jumat, 22 Mei 2015
TTKI : Sistem Perawatan ( M7 )
Pengertian Pemeliharaan (maintenance) Menurut Para Ahli
- Menurut Jay Heizer dan Barry Render, (2001) dalam bukunya “ operations Management ” pemeliharaan adalah : “ all activities involved in keeping a system’s equipment in working order ”. Artinya: pemeliharaan adalah segala kegiatan yang di dalamnya adalah untuk menjaga sistem peralatan agar bekerja dengan baik.
- Menurut M.S Sehwarat dan J.S Narang, (2001) dalam bukunya “ Production Management ” pemeliharaan ( maintenance ) adalah sebuah pekerjaan yang dilakukan secara berurutan untuk menjaga atau memperbaiki fasilitas yang ada sehingga sesuai dengan standar (sesuai dengan standar fungsional dan kualitas).
- Menurut Sofy an Assauri (2004) pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas/peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian/penggantian yang diperlukan agar supaya terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang direncanakan.
Keuntungan yang diperoleh dengan melakukan pemeliharaan adalah sebagai berikut:
- Agar mesin dan peralatan operasi dapat dipergunakan dalam waktu yang relatif lebih panjang
- Agar pelaksanaan proses operasi dalam perusahaan berjalan dengan lancer
- Menjaga kualitas pada tingkat yang tepat sesuai dengan yang direncanakan
- Menekan biaya pemeliharaan bagian mesin dan peralatan operasi
- Menjaga keselamatan para pekerja.
Jenis-jenis pemeliharaan ada dua macam, yaitu:
1. Prefentive Maintenance
Prefentive Maintenance disebut juga tindakan pencegahan atau overhaul,
yaitu kegitaan pemeliharaan dan perawatan untuk mencegah kerusakan yang
tak terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang menyebabkan
fasilitas operasi lebih tepat. Pemeliharaan prefentif apabila
direncanakan dengan baik dapat mencegah terjadinya kegagalan atau
kerusakan, sebab apabila terjadi kerusakan peralatan operasi dapat
berakibat kemacetan produksi secara total.
Alternatif dalam Prefentive Maintenance adalah:
- Berdasar waktu, yaitu melakukan pemeliharaan pada periode secara teratur, misalnya penggantian oli mesin setiap 3 bulan.
- Berdasar pekerjaan, yaitu pemeliharaan setelah sejumlah jam operasi atau volume produksi tertentu, misalnya setelah mobil berjalan 2.000 km, atau mesin bekerja selama 500 jam.
- Berdasar kesempatan, yaitu pemeliharaan yang dilakukan apabila ada kesempatan untuk itu, misalnya pada jam kerja istirahat, atau hari libur.
- Berdasar kondisi terencana, yaitu tergantung pada hasil pemantauan kondisi fasilitas produksi, misalnya penggantian kampas rem mobil apabila telah mencapai ketebalan tertentu.
Prefentive Maintenance sangat tepat dilakukan, karena kegunaannya sangat efektif dalam menghadapi fasilitas-fasilitas produksi yang termasuk dalam critical unit, yaitu peralatan atau fasilitas yang membahayakan kesehatan dan keselamatan kerja, mempengaruhi produk yang dihasilkan, dapat menyebabkan kemacetan seluruh proses produksi, dan apabila modal yang ditanam untuk fasilitas ini relatif rebih mahal.
2. Corrective Maintenance,
Disebut juga break down maintenance, yaitu kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan, kegagalan, atau kelainan fasilitas produksi sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik.
sumber : http://www.pendidikanekonomi.com/2012/06/pemeliharaan-maintenance.htmlSelasa, 05 Mei 2015
Puisi : Guru
Amar FR
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa "GURU"
Pagi hari pula kau terenyum kepada kami
Ikhlas mu memberikan kami ilmu mu
Tanpa balasan hanya pamrih yang kau terima
Jiwa bangsamu kau turunkan kepada kami
Setiap kau bertemu kau selalu mengasah pikiran kami
Kau pembimbing kami
kaulah pengajar kami
Kau pengarah kami
Kini Dunia kami berwarna tak seperti dahulu"kosong"
Kau pahlawan dibalik orang hebat
Kau menjadi lentera kami
Kaulah sesungguhnya orang dermawan
Kini kami berdiri tegak
Kini kami melangkah dengan isi
tanpa mu kami terbawa angin
tanpa mu pula kami tak punya jalan
Terima kasih Guru..........pahlawan tanpa tanda jasa.
Puisi : Hening
Amar FR
HENING
malam kelabu,,derik jangkrik di bawah rembulan,,,,
hamparan ilalang ku terbawa sandu,
selaras irama alam membawa sunyi,,,
nampak wajahnya tak berwujud bersembunyi,,,
tangan terdekap tubuh terhampar,,
angin terhembus rongga-rongga yang hilang,,,
mata terpejam seakan mengingatnya,,,
cahya kelabu berhiaskan bintang,,
melukiskan wujudmu dalam maya,,
siulan gemma seakan memanggil,,,
tamparan duka ku terbawa,,,
napas tak bernapas sejenak,,
mati rasa kosongkan ingatan,,
derik jangkrik siulam gemma mengisi,,,
ku terhanyut dalam suasanamu,,
ohh mega kelabu,,,
Puisi : Keramaian Siang Ibu Kota
Amar FR
Keramaian Siang Ibu Kota
Terik sengat mentari
Hanya dekap selaput tubuh
Bola mata hitam pudar mengantuk
Sinar pertanda kesejahteraantangan rejeki lengkah kaki nafkah
Bela tubuh lesu terbelakang
Perut mancabik berteriak pada majikan
Lalu lalang kuda besi kebisingan
Rayap-rayap lalu lintas tak kenal sepi
Selang mendahului demi waktu
Seperti berlian waktu tak bisa terbeli
Gerung roda besi kehidupan
Tampak tegang wajah memandang sorotan hari esok
Tak berfikir tanpa akhir......
Hanya dekap selaput tubuh
Bola mata hitam pudar mengantuk
Sinar pertanda kesejahteraantangan rejeki lengkah kaki nafkah
Bela tubuh lesu terbelakang
Perut mancabik berteriak pada majikan
Lalu lalang kuda besi kebisingan
Rayap-rayap lalu lintas tak kenal sepi
Selang mendahului demi waktu
Seperti berlian waktu tak bisa terbeli
Gerung roda besi kehidupan
Tampak tegang wajah memandang sorotan hari esok
Tak berfikir tanpa akhir......
KIMIA & PENGETAHUAN INDUSTRI : ENERGI ALTERNATIF BIOGAS DARI AMPAS TAHU
ENERGI ALTERNATIF
BIOGAS DARI AMPAS TAHU
PENDAHULUAN
Dampak kelangkaan bahan bakar minyak sehingga
menyebabkan kenaikan harga minyak yang signifikan, pemerintah berupaya mengajak
masyarakat untuk mengatasi masalah energi ini secara bersama-sama karena
kenaikan harga yang mencapai 115 dolar/barel ini termasuk luar biasa. Adapun
hal yang menyebabkan keharusan setiap warga untuk melakukan proses penghematan
adalah karena pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi merupakan
sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable), sementara
permintaan menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat dan demikian pula
dengan kondisi harga sehingga tidak ada stabilitas keseimbangan antara
permintaan dan penawaran. Salah satu jalan untuk melakukan penghematan BBM
adalah dengan mencari sumber energi alternatif terutama yang dapat diperbarui
(renewable). Sebagai contoh alternatif energi biogas.
Dengan mengetahui pengaruh perbandingan jumlah
kadar ampas tahu, maka masyarakat dapat membuat energy alternative biogas dengan
kandungan sebagai berikut :
Air
dengan perbandingan jumlah kadar ampas tahu (%) dengan kandungan air (%) :
terdiri atas = 100:0, 80:20, 60:40, 40:60, dan 20:80 (%), dan waktu fermentasi
terhadap komposisi biogas yang dihasilkan dengan waktu fermentasi (jam) :
terdiri atas = 168, 180, 192, 204, dan 216 jam.
TINJAUAN PUSTAKA
·
Kedelai sebagai Bahan Dasar Pembuatan
Tahu
Sebagai bahan makanan manusia maupun hewan,
kedelai memiliki nilai gizi yang tinggi.
Kadar
protein biji kedelai berada di atas 30%, sedangkan kandungan protein kasar
hijauannya berkisar antara (15-20)%. Kandungan protein kasar hijauan ini jauh
lebih tinggi dari pada kandungan protein kasar rumput-rumputan yang pada
umumnya berkisar antara (6-10)% dari bahan kering.
Limbah kedelai seperti ampas tahu dan bungkil,
sebenarnya masih mengandung protein
cukup
dan kandungan gizi dari ampas tahu juga masih tinggi, walaupun tidak setinggi
kandungan gizi bungkil atau tepung kedelai.
·
Manfaat Ampas Tahu
1)Dibuat
sebagai isi dari bakpia.
2)Meningkatkan
produksi broiler yang digunakan untuk minimisasi limbah.
3)Meningkatkan
produksi maggot.
4)Untuk
Pakan ternak ikan, sapi, unggas, cacing tanah dan lainnya.
5)Menjadi
bahan dasar beberapa makanan ringan (jajanan pasar).
6)Dibuat
menjadi tepung ampas tahu.
7)Bahan
baku pembuatan tempe gembus.
·
Pengertian Biogas
Biogas adalah setiap bahan bakar baik padatan,
cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahanbahan organik. Biogas dapat
dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah
industri, komersial, domestik atau pertanian.
Ada
tiga cara untuk pembuatan biogas:
1.
Pembakaran limbah organik kering (seperti buangan rumah tangga, limbah industri
dan pertanian);
2.
Fermentasi limbah basah (seperti kotoran hewan, ampas tahu, dsb) tanpa oksigen
untuk menghasilkan biogas;
3.
Fermentasi tebu atau jagung untuk menghasilkan alkohol dan ester; dan energy dari
hutan (menghasilkan kayu dari tanaman yang cepat tumbuh sebagai bahan bakar).
·
Tahap Pencernaan Material Organik
1)
Hidrolisis.
Pada tahap ini,
molekul organik yang komplek diuraikan menjadi bentuk yang lebih sederhana,
seperti karbohidrat (simple sugars), asam amino, dan asam lemak.
2)
Asidogenesis.
Pada tahap ini
terjadi proses penguraian yang menghasilkan amonia, karbon dioksida, dan hidrogen
sulfida.
3)
Asetagenesis.
Pada tahap ini
dilakukan proses penguraian produk acidogeness, menghasilkan hidrogen, karbon
dioksida, dan asetat.
4)
Methanogenesis.
Ini adalah
tahapan terakhir dan sekaligus yang paling menentukan, yakni dilakukan penguraian
dan sintesis produk tahap sebelumnya untuk menghasilkan gas methane (CH4). Hasil
lain dari proses ini berupa karbon dioksida, air, dan sejumlah kecil senyawa
gas lainnya.
·
Manfaat-Manfaat Biogas
1)
Biogas merupakan energi tanpa
menggunakan material yang masih memiliki manfaat termasuk
biomassa
sehingga biogas tidak merusak keseimbangan karbondioksida yang diakibatkan oleh
penggundulan hutan (deforestation) dan perusakan tanah.
2)
Energi biogas dapat berfungsi sebagai energy
pengganti bahan bakar fosil sehingga akan menurunkan gas rumah kaca di atmosfer
dan emisi lainnya.
3)
Metana merupakan salah satu gas rumah
kaca yang keberadaannya di atmosfer akan meningkatkan temperatur, dengan menggunakan
biogas sebagai bahan bakar maka akan mengurangi gas metana di udara.
4)
Limbah merupakan material yang tidak bermanfaaat,
bahkan bisa mengakibatkan racun yang sangat berbahaya. Aplikasi anaerobic
digestion akan meminimalkan efek tersebut dan meningkatkan nilai manfaat dari
limbah.
5)
Selain keuntungan energi yang didapat
dari proses anaerobik digestion dengan menghasilkan gas bio, produk samping
seperti sludge. Meterial ini diperoleh dari sisa proses anaerobik digestion
yang berupa padat dan cair. Masing-masing dapat digunakan sebagai pupuk berupa
pupuk cair dan pupuk padat.
·
Syarat-Syarat Kondisi Operasi
Hal ini menyangkut nilai atau bandingan antara
unsur C (karbon) dengan unsur N (nitrogen) yang secara umum dikenal dengan nama
rasio C/N. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu rasio C/N terlalu tinggi atau
terlalu rendah akan mempengaruhi proses terbentuknya biogas, karena ini
merupakan proses biologis yang memerlukan persyaratan hidup tertentu, seperti juga
manusia. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas metabolisme dari bakteri
methanogenik
akan optimal pada nilai rasio C/N sekitar 8-20.
1)
Kadar air bahan yang terkandung dalam bahan
yang digunakan air berperan sangat penting di dalam proses biologis pembuatan
biogas. Artinya jangan terlalu banyak (berlebihan) juga jangan terlalu sedikit (kekurangan).
2)
Temperatur selama proses berlangsung Karena
ini menyangkut "kesenangan" hidup bakteri pemproses biogas antara
28-35°C. Dengan temperatur itu proses pembuatan biogas akan berjalan sesuai
dengan waktunya. Tetapi berbeda kalau nilai temperatur terlalu rendah (dingin),
maka
waktu untuk menjadi biogas akan lebih lama.
3)
Kehadiran mikroorganisme pengurai untuk
menjamin agar kehadiran jasad renik atau mikroba pembuat biogas (umumnya
disebut bakteri metan), sebaiknya digunakan starter, yaitu bahan atau
substrat yang di dalamnya sudah dapat dipastikan mengandung mikroba metan
sesuai yang dibutuhkan.
4)
Aerasi atau kehadiran udara (oksigen) selama
proses. Dalam hal pembuatan biogas maka udara
sama
sekali tidak diperlukan dalam bejana pembuat. Keberadaan udara menyebabkan gas CH4
tidak akan terbentuk. Untuk itu maka bejana pembuat biogas harus dalam keadaan
tertutup rapat.
·
Prosedur Penelitian
Proses
pembuatan biogas dilakukan dengan langkah-langkah berikut :
a. Persiapan alat
1.
Menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti digester, selang plastic
sebagai penghubung dan drum penampungan gas.
2.
Rangkai alat-alat tersebut sehingga
siap digunakan.
3.
Bersihkan rangkaian alat.
b. Persiapan
bahan baku
1.
Menyiapkan ampas tahu yang akan digunakan sesuai dengan massanya.
2.
Mencampurkan ampas tahu dengan air dengan perbandingan yang ditentukan.
3.
Tambahkan NaOH sampai kadar keasaman (pH) mencapai rasio antara 6,5-8.
4.
Tambahkan bakteri EM-4 (yang telah diencerkan) sebanyak 5 ml per 100 gr ampas
tahu.
5.
Tambahkan urea sebanyak 10 gr per 100 gr ampas tahu. Yang dilarutkan dalam air.
c. Pembuatan
biogas
1)
Campuran ampas tahu yang telah disiapkan, dimasukkan ke dalam reactor (gester).
Tutup kerangan gas yang terhubung dengan tempat penampungan gas.
2)
Setelah 3 hari buka kerangan gas yang terhubung dengan tempat penampungan gas.
3)
Gas yang terbentuk akan tertampung dengan sendirinya dan mengalir melalui pipa
saluran menuju tempat penampungan yang telah disiapkan.
4)
Dari tempat penampungan gas, gas mengalir ke dalam balon yang telah dipasang pada
salah satu sisi dari tempat penampungan gas tersebut.
5)
Setelah waktu yang ditentukan tercapai, tutup kerangan keluaran gas yang terhubung
dengan balon dan ikat balon yang telah mengembang.
6)
Pasang balon baru dan buka kembali kerangan keluaran gas.
7)
Lakukan kembali prosedur no 5 dan no 6 untuk sampel berikutnya.
8)
Lakukan kembali prosedur no 1 sampai no 7 untuk variabel lainnya.
Langganan:
Komentar (Atom)


