Eksistensi
Manusia
Definisi Eksistesialisme
Eksistensialisme adalah
aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas
kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana
yang tidak benar, sehingga benar atau salah-nya suatu tindakan manusia bersifat
relatif.
Jadi eksistensialisme merupakan keberadaan
manusia yang hadir lewat kebebasan manusia itu sendiri.
Manusia
pada dasarnya ingin diakui keberadaannya melalui peranan terhadap lingkungan
dan tempat tinggalnya. Peradaban manusia kini membuktikan keberadaanya dengan
kemajuan yang sudah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam
kemajuan teknologi melalui pemikirannya yang dapat berkembang dengan pesat disbanding
dengan makhluk hidup lainnya.
Eksistensi manusia menurut seorang ahli filsafat
atau filsuf bernama Karl Jaspers memaknai eksistensi sebagai pemikiran manusia
yang memanfaatkan dan mengatasi seluruh pengetahuan objektif. Berdasarkan
pemikiran tersebut, manusia dapat menjadi dirinya sendiri dan menunjukkan bahwa
dirinya adalah makhluk eksistensi. Selain itu, Jaspers juga menjelaskan tentang
penerangan eksistensi yang dikemukakannya,
yaitu:
- Eksistensi selalu memiliki hubungan dengan transedensi.
- Eksistensi merupakan filsafat yang menghayati dan menghidupi kebenaran.
- Eksistensi seorang manusia dapat dibuktikan oleh cara berpikir dan tindakannya.
Karl Jaspers menerangkan hal-hal tersebut dengan tujuan
supaya semua orang paham dan sadar bahwa setiap orang memiliki keunikan yang
berbeda satu dengan yang lain. Sebab, eksistensi merupakan sesuatu yang
sifatnya individual sehingga bisa ditentukan oleh masing-masing individu. Dan
menurut Jaspers, semua orang memiliki cara keberadaan yang khas dan unik,
itulah yang dinamakan sebagai eksistensi seorang individu. Sehingga setiap
orang yang dapat menentukan jati diri atas keberadaannya dan mampu berdiri
diantara eksistensi orang lain maka mereka akan mendapatkan eksistensi yang
sejati.
Manusia untuk dapat eksis dalam lingkungan sangat
membutuhkan :
1. Sandang
2. Papan
3. Pangan
Peranan manusia sebagai eksistensi
terhadap lingkungan
Manusia mempunyai peranan dalam
pembentukan dan perusakan ekosistem. Peranan manusia dalam pembentukan
ekosistem adalah pembentukan ekosistem buatan seperti danau, waduk,persawahan
dan bendungan. Sedangkan peranan manusia dalam perusakan lingkungan, misalnya
pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah masuknya bahan organik atau
anorganik kedalam lingkungan yang dapat mengganggu atau membahayakan organisme
dilingkungan tersebut. Pencemaran lingkungan dapat dibagi menjadi empat, yaitu
pencemaran tanah, air, udara dan suara.
Peran
manusia mengatasi pencemaran air dapat dilakukan antara lain:
- Mengelolah limbah cair industri dan rumah tangga dengan cara tretment sebelum dibuang ke perairan
- Membuat sumber resapan yang mengalir pada penampungan buatan seperti waduk.
- Memilah zenis zat pesida dengan penanganan khusus pendaur ulangan dengan penampungan yang tidak mencemari sumbner air bersih
Peran manusia mengatasi pencemaran
tanah:
- Melakukan 3R yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
- Mengolah sampah organik dengan pembuatan pupuk kompos
- Memilah dan mendaur ulang sampah anorganik
Peran manusaia mengatasi pencemaran udara antara lain:
- Memfilter kandungan zat asam dari polusi akibat pelapsan zat asam pada industri
- Mengurangi penggunaan penggunaan CFC sehingga dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.
- Menggunakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pada motor kendaraan maupun industri.
Manusia sebagai mahluk yang berperan dalam
kesetimbangan lingkungan, dapat juga berpengaruh negative terhadap lingkungan
karena keberadaan eksistensinya yang tidak dapat dipertanggung jawabkan ;
-
Eksploitasi yang melampaui batas
sehingga persediaan Sumber Daya Alam makin menciut (depletion);
-
Punah atau merosotnya jumlah
keanekaan jenis biota;
-
Berubahnya ekosistem alami yang
mantap dan seimbang menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus
menerus memerlukan subsidi energi;
-
Berubahnya profil permukaan bumi
yang dapat mengganggu kestabilan tanah hingga menimbulkan longsor;
-
Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang
menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. hal ini berakibat menurunnya
kualitas lingkungan hidup.
Dengan keberadaan manusia sebagai kemajuan teknologi pada industri,
maka pemerintah memberlakukan AMDAL pada tiap pendirian industri sebagai langkah
antisifasi penanganan kerusakan lingkungan yang terbentuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
Secara umum, keguanaan AMDAL sebagai
berikut :
1. Bahan bagi
perencanaan pembangunan wilayah
2. Membantu proses
pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/ atau kegiatan.
3. Memberi masukan
untuk penyusun desain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
4. Memberi masukan
untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
5. Memberi
informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana
usaha dan/atau kegiatan.
sumber wikipedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar