Boat

Selasa, 05 Mei 2015

KIMIA & PENGETAHUAN INDUSTRI : ENERGI ALTERNATIF BIOGAS DARI AMPAS TAHU





ENERGI ALTERNATIF BIOGAS DARI AMPAS TAHU




PENDAHULUAN

Dampak kelangkaan bahan bakar minyak sehingga menyebabkan kenaikan harga minyak yang signifikan, pemerintah berupaya mengajak masyarakat untuk mengatasi masalah energi ini secara bersama-sama karena kenaikan harga yang mencapai 115 dolar/barel ini termasuk luar biasa. Adapun hal yang menyebabkan keharusan setiap warga untuk melakukan proses penghematan adalah karena pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi merupakan sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable), sementara permintaan menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat dan demikian pula dengan kondisi harga sehingga tidak ada stabilitas keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Salah satu jalan untuk melakukan penghematan BBM adalah dengan mencari sumber energi alternatif terutama yang dapat diperbarui (renewable). Sebagai contoh alternatif energi biogas.

Dengan mengetahui pengaruh perbandingan jumlah kadar ampas tahu, maka masyarakat dapat membuat energy alternative biogas dengan kandungan sebagai berikut :
Air dengan perbandingan jumlah kadar ampas tahu (%) dengan kandungan air (%) : terdiri atas = 100:0, 80:20, 60:40, 40:60, dan 20:80 (%), dan waktu fermentasi terhadap komposisi biogas yang dihasilkan dengan waktu fermentasi (jam) : terdiri atas = 168, 180, 192, 204, dan 216 jam.




TINJAUAN PUSTAKA



·         Kedelai sebagai Bahan Dasar Pembuatan Tahu

Sebagai bahan makanan manusia maupun hewan, kedelai memiliki nilai gizi yang tinggi.
Kadar protein biji kedelai berada di atas 30%, sedangkan kandungan protein kasar hijauannya berkisar antara (15-20)%. Kandungan protein kasar hijauan ini jauh lebih tinggi dari pada kandungan protein kasar rumput-rumputan yang pada umumnya berkisar antara (6-10)% dari bahan kering.
Limbah kedelai seperti ampas tahu dan bungkil, sebenarnya masih mengandung protein
cukup dan kandungan gizi dari ampas tahu juga masih tinggi, walaupun tidak setinggi kandungan gizi bungkil atau tepung kedelai.

·         Manfaat Ampas Tahu
1)Dibuat sebagai isi dari bakpia.
2)Meningkatkan produksi broiler yang digunakan untuk minimisasi limbah.
3)Meningkatkan produksi maggot.
4)Untuk Pakan ternak ikan, sapi, unggas, cacing tanah dan lainnya.
5)Menjadi bahan dasar beberapa makanan ringan (jajanan pasar).
6)Dibuat menjadi tepung ampas tahu.
7)Bahan baku pembuatan tempe gembus.

·         Pengertian Biogas
Biogas adalah setiap bahan bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahanbahan organik. Biogas dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian.
Ada tiga cara untuk pembuatan biogas:
1. Pembakaran limbah organik kering (seperti buangan rumah tangga, limbah industri dan pertanian);
2. Fermentasi limbah basah (seperti kotoran hewan, ampas tahu, dsb) tanpa oksigen untuk menghasilkan biogas;
3. Fermentasi tebu atau jagung untuk menghasilkan alkohol dan ester; dan energy dari hutan (menghasilkan kayu dari tanaman yang cepat tumbuh sebagai bahan bakar).

·         Tahap Pencernaan Material Organik
1) Hidrolisis.
Pada tahap ini, molekul organik yang komplek diuraikan menjadi bentuk yang lebih sederhana, seperti karbohidrat (simple sugars), asam amino, dan asam lemak.
2) Asidogenesis.
Pada tahap ini terjadi proses penguraian yang menghasilkan amonia, karbon dioksida, dan hidrogen sulfida.
3) Asetagenesis.
Pada tahap ini dilakukan proses penguraian produk acidogeness, menghasilkan hidrogen, karbon dioksida, dan asetat.
4) Methanogenesis.
Ini adalah tahapan terakhir dan sekaligus yang paling menentukan, yakni dilakukan penguraian dan sintesis produk tahap sebelumnya untuk menghasilkan gas methane (CH4). Hasil lain dari proses ini berupa karbon dioksida, air, dan sejumlah kecil senyawa gas lainnya.

·         Manfaat-Manfaat Biogas

1)      Biogas merupakan energi tanpa menggunakan material yang masih memiliki manfaat termasuk
biomassa sehingga biogas tidak merusak keseimbangan karbondioksida yang diakibatkan oleh penggundulan hutan (deforestation) dan perusakan tanah.
2)      Energi biogas dapat berfungsi sebagai energy pengganti bahan bakar fosil sehingga akan menurunkan gas rumah kaca di atmosfer dan emisi lainnya.
3)      Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang keberadaannya di atmosfer akan meningkatkan temperatur, dengan menggunakan biogas sebagai bahan bakar maka akan mengurangi gas metana di udara.
4)      Limbah merupakan material yang tidak bermanfaaat, bahkan bisa mengakibatkan racun yang sangat berbahaya. Aplikasi anaerobic digestion akan meminimalkan efek tersebut dan meningkatkan nilai manfaat dari limbah.
5)      Selain keuntungan energi yang didapat dari proses anaerobik digestion dengan menghasilkan gas bio, produk samping seperti sludge. Meterial ini diperoleh dari sisa proses anaerobik digestion yang berupa padat dan cair. Masing-masing dapat digunakan sebagai pupuk berupa pupuk cair dan pupuk padat.

·         Syarat-Syarat Kondisi Operasi

Hal ini menyangkut nilai atau bandingan antara unsur C (karbon) dengan unsur N (nitrogen) yang secara umum dikenal dengan nama rasio C/N. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu rasio C/N terlalu tinggi atau terlalu rendah akan mempengaruhi proses terbentuknya biogas, karena ini merupakan proses biologis yang memerlukan persyaratan hidup tertentu, seperti juga manusia. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas metabolisme dari bakteri
methanogenik akan optimal pada nilai rasio C/N sekitar 8-20.
1)      Kadar air bahan yang terkandung dalam bahan yang digunakan air berperan sangat penting di dalam proses biologis pembuatan biogas. Artinya jangan terlalu banyak (berlebihan) juga jangan terlalu sedikit (kekurangan).
2)      Temperatur selama proses berlangsung Karena ini menyangkut "kesenangan" hidup bakteri pemproses biogas antara 28-35°C. Dengan temperatur itu proses pembuatan biogas akan berjalan sesuai dengan waktunya. Tetapi berbeda kalau nilai temperatur terlalu rendah (dingin),
maka waktu untuk menjadi biogas akan lebih lama.
3)      Kehadiran mikroorganisme pengurai untuk menjamin agar kehadiran jasad renik atau mikroba pembuat biogas (umumnya disebut bakteri metan), sebaiknya digunakan starter, yaitu bahan atau substrat yang di dalamnya sudah dapat dipastikan mengandung mikroba metan sesuai yang dibutuhkan.
4)      Aerasi atau kehadiran udara (oksigen) selama proses. Dalam hal pembuatan biogas maka udara
sama sekali tidak diperlukan dalam bejana pembuat. Keberadaan udara menyebabkan gas CH4 tidak akan terbentuk. Untuk itu maka bejana pembuat biogas harus dalam keadaan tertutup rapat.



·         Prosedur Penelitian

Proses pembuatan biogas dilakukan dengan langkah-langkah berikut :

a. Persiapan alat
1. Menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti digester, selang plastic sebagai penghubung dan drum penampungan gas.
2.   Rangkai alat-alat tersebut sehingga siap digunakan.
3.   Bersihkan rangkaian alat.

b. Persiapan bahan baku
1. Menyiapkan ampas tahu yang akan digunakan sesuai dengan massanya.
2. Mencampurkan ampas tahu dengan air dengan perbandingan yang ditentukan.
3. Tambahkan NaOH sampai kadar keasaman (pH) mencapai rasio antara 6,5-8.
4. Tambahkan bakteri EM-4 (yang telah diencerkan) sebanyak 5 ml per 100 gr ampas tahu.
5. Tambahkan urea sebanyak 10 gr per 100 gr ampas tahu. Yang dilarutkan dalam air.

c. Pembuatan biogas
1) Campuran ampas tahu yang telah disiapkan, dimasukkan ke dalam reactor (gester). Tutup kerangan gas yang terhubung dengan tempat penampungan gas.
2) Setelah 3 hari buka kerangan gas yang terhubung dengan tempat penampungan gas.
3) Gas yang terbentuk akan tertampung dengan sendirinya dan mengalir melalui pipa saluran menuju tempat penampungan yang telah disiapkan.
4) Dari tempat penampungan gas, gas mengalir ke dalam balon yang telah dipasang pada salah satu sisi dari tempat penampungan gas tersebut.
5) Setelah waktu yang ditentukan tercapai, tutup kerangan keluaran gas yang terhubung dengan balon dan ikat balon yang telah mengembang.
6) Pasang balon baru dan buka kembali kerangan keluaran gas.
7) Lakukan kembali prosedur no 5 dan no 6 untuk sampel berikutnya.
8) Lakukan kembali prosedur no 1 sampai no 7 untuk variabel lainnya.

Add caption

Tidak ada komentar:

Posting Komentar