Amar FR
Keramaian Siang Ibu Kota
Terik sengat mentari
Hanya dekap selaput tubuh
Bola mata hitam pudar mengantuk
Sinar pertanda kesejahteraantangan rejeki lengkah kaki nafkah
Bela tubuh lesu terbelakang
Perut mancabik berteriak pada majikan
Lalu lalang kuda besi kebisingan
Rayap-rayap lalu lintas tak kenal sepi
Selang mendahului demi waktu
Seperti berlian waktu tak bisa terbeli
Gerung roda besi kehidupan
Tampak tegang wajah memandang sorotan hari esok
Tak berfikir tanpa akhir......
Hanya dekap selaput tubuh
Bola mata hitam pudar mengantuk
Sinar pertanda kesejahteraantangan rejeki lengkah kaki nafkah
Bela tubuh lesu terbelakang
Perut mancabik berteriak pada majikan
Lalu lalang kuda besi kebisingan
Rayap-rayap lalu lintas tak kenal sepi
Selang mendahului demi waktu
Seperti berlian waktu tak bisa terbeli
Gerung roda besi kehidupan
Tampak tegang wajah memandang sorotan hari esok
Tak berfikir tanpa akhir......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar