Boat

Senin, 15 Juni 2015

KIMIA & PENGETAHUAN INDUSTRI : Eksistensi Manusia



Eksistensi Manusia

Definisi Eksistesialisme

Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar, sehingga benar atau salah-nya suatu tindakan manusia bersifat relatif.
Jadi eksistensialisme merupakan keberadaan manusia yang hadir lewat kebebasan manusia itu sendiri.
            Manusia pada dasarnya ingin diakui keberadaannya melalui peranan terhadap lingkungan dan tempat tinggalnya. Peradaban manusia kini membuktikan keberadaanya dengan kemajuan yang sudah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kemajuan teknologi melalui pemikirannya yang dapat berkembang dengan pesat disbanding dengan makhluk hidup lainnya.
Eksistensi manusia menurut seorang ahli filsafat atau filsuf bernama Karl Jaspers memaknai eksistensi sebagai pemikiran manusia yang memanfaatkan dan mengatasi seluruh pengetahuan objektif. Berdasarkan pemikiran tersebut, manusia dapat menjadi dirinya sendiri dan menunjukkan bahwa dirinya adalah makhluk eksistensi. Selain itu, Jaspers juga menjelaskan tentang penerangan eksistensi yang dikemukakannya, yaitu:
  1. Eksistensi selalu memiliki hubungan dengan transedensi.
  2. Eksistensi merupakan filsafat yang menghayati dan menghidupi kebenaran.
  3. Eksistensi seorang manusia dapat dibuktikan oleh cara berpikir dan tindakannya.
Karl Jaspers menerangkan hal-hal tersebut dengan tujuan supaya semua orang paham dan sadar bahwa setiap orang memiliki keunikan yang berbeda satu dengan yang lain. Sebab, eksistensi merupakan sesuatu yang sifatnya individual sehingga bisa ditentukan oleh masing-masing individu. Dan menurut Jaspers, semua orang memiliki cara keberadaan yang khas dan unik, itulah yang dinamakan sebagai eksistensi seorang individu. Sehingga setiap orang yang dapat menentukan jati diri atas keberadaannya dan mampu berdiri diantara eksistensi orang lain maka mereka akan mendapatkan eksistensi yang sejati.
Manusia untuk dapat eksis dalam lingkungan sangat membutuhkan :
1. Sandang
2. Papan
3. Pangan
Peranan manusia sebagai eksistensi terhadap lingkungan
Manusia mempunyai peranan dalam pembentukan dan perusakan ekosistem. Peranan manusia dalam pembentukan ekosistem adalah pembentukan ekosistem buatan seperti danau, waduk,persawahan dan bendungan. Sedangkan peranan manusia dalam perusakan lingkungan, misalnya pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah masuknya bahan organik atau anorganik kedalam lingkungan yang dapat mengganggu atau membahayakan organisme dilingkungan tersebut. Pencemaran lingkungan dapat dibagi menjadi empat, yaitu pencemaran tanah, air, udara dan suara.
Peran manusia mengatasi pencemaran air dapat dilakukan antara lain:
  • Mengelolah limbah cair industri dan rumah tangga dengan cara tretment sebelum dibuang ke perairan
  • Membuat sumber resapan yang mengalir pada penampungan buatan seperti waduk.
  • Memilah zenis zat pesida dengan penanganan khusus pendaur ulangan dengan penampungan yang tidak mencemari sumbner air bersih
Peran manusia  mengatasi pencemaran tanah:
  • Melakukan 3R yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
  • Mengolah sampah organik dengan pembuatan pupuk kompos
  • Memilah dan mendaur ulang sampah anorganik
Peran manusaia mengatasi pencemaran udara antara lain:
  • Memfilter kandungan zat asam dari polusi akibat pelapsan zat asam pada industri
  • Mengurangi penggunaan penggunaan CFC sehingga dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.
  • Menggunakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pada motor kendaraan maupun industri.
Manusia sebagai mahluk yang berperan dalam kesetimbangan lingkungan, dapat juga berpengaruh negative terhadap lingkungan karena keberadaan eksistensinya yang tidak dapat dipertanggung jawabkan ;

-          Eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan  Sumber Daya Alam makin menciut (depletion);
-          Punah atau merosotnya jumlah keanekaan jenis biota;
-          Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbang menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus menerus memerlukan subsidi energi;
-          Berubahnya profil permukaan bumi yang dapat mengganggu kestabilan tanah hingga menimbulkan longsor;
-          Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. hal ini berakibat menurunnya kualitas lingkungan hidup.
Dengan keberadaan manusia sebagai kemajuan teknologi pada industri, maka pemerintah memberlakukan AMDAL pada tiap pendirian industri sebagai langkah antisifasi penanganan kerusakan lingkungan yang terbentuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
Secara umum, keguanaan AMDAL sebagai berikut :
1.    Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
2.    Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana  usaha dan/ atau kegiatan.
3.    Memberi masukan untuk penyusun desain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
4.    Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
5.    Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana  usaha dan/atau kegiatan.


 sumber wikipedia

KIMIA & PENGETAHUAN INDUSTRI : Benzena dan Turunannya

 

Kimia Jilid 3B SMA XII
Drs. Michael Purba, M.Si.
Erlangga
Jl. H. Baping Raya No. 100 Ciracas, Jakarta

Disusun oleh
Amar Fadillah
Fakultas Teknik Industri
Universitas Mercu Buana
 Jakarta

Dosen pengampu  : Puspita Dewi Widayat, ST, MT


 

RANGKUMAN JURNAL KIMIA












Sumber :
Purba, M. ed ; Supriyana. Jakarta, Erlangga : Kimia SMA XII hal :Bab V 77-90.
 

KIMIA & PENGETAHUAN INDUSTRI : Global Warning


Ringkasan Bayesian Belief Network